Minggu, 18 November 2012

MANAJEMEN PEMASARAN BANK SYARIAH

PENDAHULUAN


A. PERUBAHAN DUNIA YANG CEPAT
  • Ekonomi dunia yang menyatu (globalisasi) dan saling ketergantungan
  • Kesenjangan pendapatan 
  • Pentingnya lingkungan alami 
  • Pandangan baru perusahaan

B. SUBJEK STUDI PEMASARAN

   1. Komponen Utama Pemasaran

     a. Industri/pemasar/produsen

     Yaitu kumpulan perusahaan-perusahaan individual yang memproduksi produk yang sama

     b. Konsumen/pasar

     Konsumen/pasar adalah pembeli-pembeli produk individual baik yang berupa perorangan maupun organisasi, baik yang merupakan pengguna akhir tanpa memperoleh laba maupun pembeli yang menggunakan untuk proses produksi lebih lanjut dengan mengarahkan laba.

     c. Lingkungan pemasaran. Yaitu: sesuatu yang mengelilingi usaha pemasaran

   2. Unsur Bauran Pemasaran (Marketing Mix): unsur-unsur yang mempengaruhi pemasaran

a. Product: kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan kepada pasar

b. Price: sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk

c. Place: mencakup semua kegiatan perusahaan yang mengusahakan agar produknya tersedia bagi konsumen yang dituju

d. Promotion: semua kegiatan perusahaan untuk meningkatkan mutu produknya dan membujuk konsumen agar membeli produknya

e. People: orang yang melayani secara langsung

f. Packaging: pemaketan dan pengemasan

g. Process

   3. Strategi Pemasaran

a. Strategi Inti, yaitu strategi yang paling penting, yang harus diterapkan oleh semua bisnis dengan memanfaatkan unsur-unsur bauran pemasaran mulai penerapan STP (Segmentation, Targeting, Positioning)

Positioning: cara bagaimana kita membuat produk kita tersimpan di benak orang lain

b. Strategi Dasar

Setelah menerapkan strategi inti, yaitu setelah memposisikan produknya, perusahaan masih harus menerapkan strategi dasar.

Menurut Porter (1985), ia menyatakan tiga strategi dasar, yaitu strategi Kepemimpinan Harga, Strategi Difrensiasi, dan Strategi Pocus.

Kepemimpinan harga: menyesuaikan harga produk dengan targen pasar, atau membuat produk baru khusus kepada target pasar tertentu.

Strategi difrensiasi: contohnya memperbanyak macaman rasa pada minuman yang awalnya hanya satu rasa.

Strategi pocus: focus pada (pengembangan) satu produk.

c. Posisi Strategis

Yaitu akibat penerapan strategi inti dan strategi dasar. Perusahaan akan sampai pada persaingan posisi strategis tertentu.

Kotler dan Armstrong mendefinisikan Posisi Strategis sebagai Pengelompokan posisi strategis perusahaan atas dasar pangsa pasar yang terdiri dari 3 kelompok, yaitu: Pemimpim Pasar, Penantang Pasar, Perelung (mengambil ceruk (pangsa pasar yang kecil)).




FILOSOFI/KONSEP PEMASARAN

Menurut Kotler dan Armstrong ada 5 konsep dalam pemasaran, yaitu:

a. Konsep Produksi

Konsep produk menganggap bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan sangat terjangkau sehingga manager harus memusatkan usahanya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

b. Konsep Produk

Konsep produk menganggap bahwa konsumen menyukai penampilan produk yang lebih tinggi mutunya, lebih hebat keragaannya dan lebih inovatif penampilannya.

c. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran menganggap bahwa dalam mencapai tujuan harus ditentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran agar dapat memberikan kepuasan pada pasar agar lebih efektif dan efisien dari pesaing



KONSEP INTI PEMASARAN

1.      Pelanggan
2.      Kebutuhan, Keinginan, Kemauan & Kemampuan, dan Permintaan
3.      Produk (barang, jasa, dan gagasan)
4.      Nilai, Biaya, Kepuasan dan Mutu
5.      Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
6.      Pasar dan Pemasaran

PASAR SEDERHANA



Gambar: Sistem Pasar Sederhana

FILOSOFI/KONSEP PEMASARAN

1. Konsep Produksi

Menganggap bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan sangat terjangkau, karena itu manajemen harus memusatkan perusahaannya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

Maksud dari efisiensi produksi adalah semakin banyak memproduksi suatu produk, semakin sedikit biaya yang dikeluarkan.

Konsep produksi ini masih merupakan filosofi yang berguna dalam 2 situasi, yaitu:

a. Jika permintaan atas produk melampaui penawaran.

b. Jika biaya produksi terlalu tinggi.

2. Konsep Produk

Menganggap bahwa konsumen menyukai penampilan produk yang lebih tinggi mutunya, lebih hebat bentuknya, lebih inovatif penampilannya.

Kelemahan dari teori ini adalah ketika suatu produk memiliki kualitas yang sangat tinggi akan mengakibatkan perusahaan kedepannya tidak berkembang. Sebab produknya tidak dibeli lagi, karena yang lama masih bagus.

3. Konsep Penjualan

Menganggap bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produknya untuk barang-barang yang tidak dicari. Seperti, ensiklopedia dan asuransi.

Kebanyakan perusahaan menerapkan konsep penjualan ketika kelebihan kapasitas.

Tujuan dari konsep yang satu ini adalah untuk menjual produk yang dihasilkan perusahaan, bukan menghasilkan produk dari permintaan pasar.

4. Konsep Pemasaran

Menganggap bahwa dalam mencapai tujuan harus ditentukan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran agar dapat memberi kepuasan kepada pasar dengan lebih efektif dan lebih efisien dari pesaing.

5. Konsep Pemasaran ke Masyarakat

Menganggap bahwa perusahaan harus menentukan kebutuhan, keinginan dan cara yang menjaga bahkan memperbaiki kesejahtraan pelanggan dan masyarakat.

PERILAKU KONSUMEN

A. Prilaku Konsumen Individu

Prilaku konsumen adalah tindakan perorangan dalam memperoleh, menggunakan serta menghabiskan barang dan jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan sebelum menetapkan tindakan.

  1. Model prilaku konsumen
 
  2. Penentuan prilaku konsumen


 Kelas sosial: pendidikan, jabatan dan pendapatan

  3. Tipe prilaku keputusan pembelian


   4. Proses keputusan pembelian


B. Prilaku Konsumen Organisasi

  a. Pasar bisnis

Ciri-ciri pasar bisnis

1. Struktur pemasaran dan permintaan

  • Pasar bisnis terdiri dari lebih sedikit pembeli tetapi dengan skala yang lebih besar
  • Pelanggan bisnis secara geografik lebih terpusat 
  • Permintaan pembeli bisnis adalan turunan dari permintaan konsumen final 
  • Permintaan dalam pasar bisnis lebih berfluktuasi (berubah-ubah) dengan cepat

2. Sifat satuan pembelian

  • Pembelian bisnis melibatkan lebih banyak pembeli (maksudnya, banyak pihak (orang) yang terlibat dalam pembelian)
  • Pembelian bisnis melibatkan lebih banyak upaya pembelian profesional